• 12.4.18

    Diskusi Bersosmed dan Mencicipi Menu andalan Sentana Bisro Pemalang

    Gaya hidup masyarakat di zaman sekarang telah mengalami perubahan dan perkembangan. Jika dulu, masyarakat tidak terlalu mementingkan urusan penampilan dan gaya hidup, tapi kini, berbeda kondisinya. Gaya hidup, mulai jadi perhatian serius.

    Gaya hidup, bukan lagi terbatas soal penampilan, aktivitas “nongkrong” kini juga ikutan jadi kegiatan yang dilakukan anak muda maupun dewasa di suatu tempat untuk berkumpul dan melakukan kegiatan mengisi waktu luang

    Jumat malam (6/4/2018) ada yang tidak biasa di Sentana Bistro, sebuah kafe yang berlokasi di pelataran Hotel Sentana Pemalang di Jalan Jenderal Sudirman Timur No. 52-54 Pemalang. Malam itu, pegiat media sosial Pemalang berkumpul dan melakukan diskusi seputar pemanfaatan media sosial.

    Kegiatan yang dilakukan juga lebih sederhana, hanya untuk berkumpul bersama teman. teman penggiat media sosial dan admin akun publik yang ada di Pemalang ,Namun belakangan, kegiatan nongkrong lebih banyak dilakukan di kafe-kafe ataupun di restoran. Masih seperti zaman dahulu, kegiatan inti dari nongkrong tersebut tak lain untuk kongko dan bersosialisasi apalagi sekarang ini banyak tentang berita Hoax yang banyak beredar belakangan ini dan pastinya juga untuk promosi Hotel Sentana juga, dan pada hari itu juga pas bertepatan Hotel Sentana berulang tahun yang ke enam .
    Karena fenomena inilah, tempat nongkrong seperti kafe dan juga restoran, semakin kreatif untuk berbenah, menciptakan tempat nongkrong yang asyik dan bikin betah pengunjungnya.

    penggiat lagi melakukan dokumentasi menu makanan yang jg dilombakan di medsos

    Tak heran, jika kini, semakin menjamur tempat-tempat nongkrong kekinian. Sesuai dengan zaman yang serba mengandalkan teknologi smartphone, media sosial juga berperan membuat tempat nongkrong makin tenar. Secara tidak langsung, lewat media sosial, banyak orang yang ikut mempromosikan tempat nongkrong, apalagi tempat tersebut memiliki suasana instagramable.
    Jadi Kebutuhan

    Ya, semenjak media sosial makin populer dan banyak digunakan, bisnis kafe dan restoran semakin diminati karena sebagian besar anak muda mengalami masa transisi hobi.

    Diakui pula oleh Muslimin atau biasa disapa Kubril , nongkrong di kafe merupakan gaya hidup anak muda perkotaan. Namun, gaya hidup ini merupakan gaya hidup yang konsumtif, semi hedonis. Kebanyakan dari mereka, datang ke tempat nongkrong untuk merayakan kehidupan karena kemampuan keluarga.

    “Ini faktor utama yang bikin gaya hidup itu ada. Kalau dulu, orang makan tiga kali sehari, minum pada saat haus saja dan makan pada saat lapar saja,” tuturnya.
    Tapi sekarang, lanjutnya, orang tidak lapar bahkan tidak haus, nongkrong di kafe atau restoran. Dan hal ini, dilakukan untuk menikmati sesuatu, bahkan anak desa juga sudah terbiasa sekarang nongkrong atau sekedar ngopi atau makan di resto

    Namun, konsep ini akhirnya mengerucut, nongkrong di kafe banyak dilakukan oleh anak muda kalangan menengah ke atas karena ditopang ekonomi orangtua.

    “Jika diamati, mereka nongkrong tidak mengeluarkan banyak uang, paling hanya Rp30-50 ribu. Tapi yang dicari sebenarnya adalah bisa duduk di kafe, pakai laptop, kumpul-kumpul,” Kubril  melanjutkan.

    Dari momen kumpul-kumpul itu, ada aktivitas yang diabadikan dan bisa difoto. Saat mereka jadi bagian momen itu, sekaligus untuk menunjukkan eksistensi di kalangan teman-teman.
    Karena hal itu, nongkrong dan berbincang bersama teman-teman sudah menjadi kebutuhan. Selain nongkrong dan saling berbagi cerita, tentunya ada momen di mana berfoto bersama menjadi keharusan, kemudian foto tersebut diunggah ke media sosial, bukan hanya sebagai kenang-kenangan, tapi juga sebagai alat menunjukkan eksistensi .

    “Ini biasanya dilakukan, agar mendapatkan pujian dan sekaligus untuk menunjukkan pada teman sebaya agar terlihat beda,” kata dia.

    Tren

    Tak sekadar berkumpul dan foto-foto. Biasanya, tempat nongkrong yang dipilih adalah tempat yang menarik dan punya desain unik. Manager Resto dan Hotel  Sentana, Iwan  pun mengatakan, tren tempat nongkrong yang dipilih anak muda saat ini tak sekadar nyaman. Tapi, juga punya konsep yang instagramable.

    Selain itu, tempat nongkrong asyik yang terpenting selain lokasi yang strategis, juga menu yang ditawarkan menarik. Bukan hanya dari rasa, tapi juga penampilan hingga nama menu itu harus mengundang rasa penasaran konsumen untuk mencobanya.


    Banyak  menu makanan dan minuman yang tersedia di tempat ini . Lalu, harga yang terjangkau sehingga baik anak sekolah, mahasiswa, hingga pekerja dapat mencicipi makanan dan menghabiskan waktu di sini, dengan hiburan berupa live music setiap malam mingggu , dan pastinya dilengkapi fasilitas wifi.

    Biasanya restoran atau kafe menyesuaikan dekorasi mereka sesuai dengan segmentasi, apakah untuk anak muda, remaja, atau eksekutif muda. Dan diakui pula olehnya, saat sebuah resto atau kafe menciptakan desain yang unik, bisa jadi keuntungan tersendiri.

    “Dengan adanya spot-spot yang instagramable, dapat menjadi sebuah promosi tanpa berbayar,” tuturnya.
    Di mana ketika konsumen datang, memesan, dan mengambil foto di restoran tersebut lalu mengunggahnya di media sosial mereka, dengan menyantumkan nama dan lokasi restoran tersebut, ini dapat menjadi bagian dari promosi gratis. “Konsumen pun merasa senang, karena selain mendapatkan makanan enak mereka dapat mengunggah foto mereka di tempat kece,” kata Phintani salah seorang penggiat wisata dari Genpi Pemalang .
    Tren dekorasi kafe dan resto yang saat ini lebih banyak disukai pengunjung pun, menurutnya, dekorasi yang simpel, namun ada keunikan atau ciri khasnya.



    “Seperti yang dijelaskan tadi bahwa saat ini orang datang ke resto atau kafe untuk mendapatkan kenyamanan. Maka dari itu penting adanya unsur seni, nature di dalam suatu kafe, tentunya akan membuat tamu yang datang menjadi suka dan nyaman. Ini bisa sangat menarik perhatian pelanggan,” terang Pak Iwan . (Kik)

    No comments:

    Post a Comment

    Featured post

    Festival TIK 2018 Dihadiri Peserta dari 35 Provinsi

    Relawan TIK Se Indonesia Berkumpul di acara FESTIK 2018 Cirebon -Ratusan pengunjung dari dalam dan luar Kota Cirebon padati Festival Te...