![]() |
| Para anggota Lady Scooter Banjarmasin bersama tamu dari berbagai daerah foto bersama Wali Kota Banjarmasin dalam rangkaian perayaan Anniversary ke-10 Lady Scooter Banjarmasin. |
Aspal jalanan Kota Seribu Sungai mendadak penuh warna pada Sabtu (2/5/2026) sore. Bukan konvoi biasa, ratusan perempuan tangguh di atas sespan dan mesin kanan tampak memadati rute dari Kantor Wali Kota hingga Taman Budaya Banjarmasin.
Momen ini menandai Satu Dekade Lady Scooter Banjarmasin, sebuah perayaan yang tak hanya sekadar ulang tahun, namun disebut-sebut sebagai gathering skuteris perempuan terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Bukan Sekadar Gaya, Tapi Persaudaraan Tanpa Batas
Ketua Pelaksana, Alfina Safitri SAB, mengungkapkan rasa takjubnya atas antusiasme peserta. Menurutnya, perayaan 10 tahun ini menjadi titik temu bagi berbagai komunitas, bahkan bagi mereka yang datang dari lintas pulau.
"Kami ingin merayakan perjalanan 10 tahun ini dengan menyatukan semangat. Tak hanya skuteris, kawan-kawan dari komunitas custom hingga Harley pun ikut bergabung. Ini soal kebersamaan," ujar Alfina dalam sela-sela acara.
Tak tanggung-tanggung, para bikers dari Sumatera, Sulawesi, Bali, hingga Jakarta rela menempuh perjalanan jauh demi hadir di Banjarmasin. Nama-nama besar di skena roda dua seperti Syntia Mariska, Dekjaw, dan King Masmus juga turut meramaikan sesi talk show, berbagi cerita tentang gaya hidup berkendara di tengah kota.
Sentuhan Budaya Banua di Atas Roda Dua
Ada yang unik dalam perayaan kali ini. Di tengah deru mesin motor, panitia menyuguhkan tarian tradisional Dayak sebagai sajian utama di titik finish.
Langkah ini diapresiasi langsung oleh Ketua IMI Kalimantan Selatan, H. Edy Sudarmadi. Ia menilai apa yang dilakukan Lady Scooter Banjarmasin adalah bentuk nyata dari sport tourism.
"Ini luar biasa. Bukan cuma soal otomotif, tapi juga dampak ekonominya nyata bagi Banjarmasin. Tamu dari luar pulau datang, menginap, dan mengenal budaya kita. Ini adalah bagian dari program mobility IMI yang menggabungkan hobi dengan promosi wisata daerah," jelas Edy.
Visi Menuju Dekade Berikutnya
Setelah sukses menggelar pesta besar, Lady Scooter Banjarmasin yang kini memiliki 26 anggota aktif bersiap membuka lembaran baru. Alfina menegaskan bahwa pintu komunitasnya selalu terbuka bagi perempuan yang ingin keluar dari zona nyaman.
"Visi kami ke depan adalah menjadi wadah bagi wanita untuk lebih berani, tangguh, dan tidak takut mengambil tantangan, baik itu di jalanan saat touring maupun dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
Perayaan ini menjadi bukti sahih bahwa setelah 10 tahun berdiri, Lady Scooter Banjarmasin bukan sekadar komunitas motor, melainkan simbol keberanian perempuan di Kalimantan Selatan yang terus bergerak maju, sekencang tarikan gas skuter mereka.
Penulis: [Hengky Kik] Kategori: Otomotif / Lifestyle / Wisata

0 Comments