Alasan Tidak Boleh Berlama lama di Puncak Gunung Yang Aktif

Berdiri di puncak gunung itu memang bikin bangga. Apalagi kalau gunungnya aktif—rasanya seperti menaklukkan alam. Tapi justru di sinilah banyak pendaki lengah. Puncak gunung aktif bukan tempat buat lama-lama, seindah apa pun pemandangannya.

Ini dia alasan kenapa lo harus segera turun dan nggak berlama-lama di puncak gunung aktif.

1. Paparan Gas Beracun

Gunung aktif mengeluarkan gas vulkanik seperti belerang (SO₂), karbon dioksida (CO₂), dan hidrogen sulfida (H₂S). Gas ini sering tidak terlihat dan bisa terkumpul di area puncak atau kawah.

Dampaknya:

•       Pusing dan mual

•       Sesak napas

•       Hilang kesadaran secara tiba-tiba

Semakin lama lo di puncak, semakin besar risikonya.

2. Aktivitas Vulkanik Bisa Berubah Mendadak

Gunung aktif tidak pernah benar-benar diam. Aktivitasnya bisa meningkat tanpa tanda yang jelas bagi pendaki awam.

Risikonya:

•       Letupan kecil

•       Lontaran batu

•       Keluarnya uap panas mendadak

Berada terlalu lama di area puncak sama saja memperpanjang paparan bahaya.

3. Angin di Puncak Bersifat Tidak Stabil

Di puncak gunung aktif, arah angin bisa berubah cepat dan membawa gas beracun ke arah lo tanpa peringatan.

Artinya:

•       Awalnya aman, tiba-tiba berbahaya

•       Gas bisa terperangkap di cekungan

•       Risiko keracunan meningkat drastis

Ini alasan kenapa foto lama-lama di puncak itu berisiko.

4. Suhu Ekstrem dan Hipotermia

Puncak gunung aktif sering terbuka dan berangin kencang. Ditambah kelembapan tinggi, tubuh bisa kehilangan panas dengan cepat.

Kalau lo terlalu lama:

•       Tubuh menggigil

•       Energi cepat habis

•       Risiko hipotermia meningkat

Naik itu opsional, turun dengan selamat itu wajib.

5. Tanah dan Batuan Tidak Stabil

Area puncak gunung aktif biasanya tersusun dari material vulkanik muda yang mudah longsor dan rapuh.

Bahaya yang mengintai:

•       Tanah ambles

•       Batu lepas

•       Retakan baru

Semakin lama lo berdiri di sana, semakin besar kemungkinan kejadian tak terduga.

6. Prioritas Waktu Evakuasi

Di gunung aktif, waktu adalah segalanya. Semakin cepat lo turun, semakin besar jarak aman dari pusat aktivitas.

Berlama-lama di puncak berarti:

•       Mempersempit waktu evakuasi

•       Menambah risiko jika kondisi berubah

•       Menghambat pergerakan tim

So Brok , puncak gunung aktif itu bukan tempat nongkrong. Datang, nikmati secukupnya, dokumentasikan seperlunya, lalu segera turun. Alam nggak bisa diajak kompromi, tapi bisa dihormati.

Post a Comment

0 Comments

Featured post