• 15.1.18

    12 Rider akan menuruni Gunung Slamet dengan Sepeda

    Desa Jurangmangu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kecamatan Pulosari, ya 12 Desa Yang ada di kecamatan Pulosari itu memang sedang gencar-gencarnya membangun wisata di desa dengan tujuan untuk lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan Pendapatan Asli Desa dan masih banyak lagi manfaat-manfaatnya.

    Desa Jurangmangu terletak pada bagian paling selatan selain desa-desa tetangganya seperti Desa Batursari, Desa Penakir dan Desa Clekatakan yang juga mempunyai jalur pendakian Gunung Slamet. Ada yang unik kalau kita menulusuri lebih dalam ke jalur pendakian Gunung Slamet yang ada di Desa Jurangmangu, jalur tersebut menjadi jalur tertua dari yang pernah ada di Kabupaten Pemalang sebelum adanya jalur-jalur pendakian di desa-desa tetangganya yang masih dalam satu lingkup di Kecamatan Pulosari, di sinyalir jalur pendakian tersebut sudah berumur lebih dari 200an tahun atau terbentuk saat Indonesia masih dalam genggaman penjajah di waktu tersebut, dan anehnya jalur ini menawarkan pengalaman yang asik setelah beberapa organisasi pecinta alam mengeksplore jalur-jalur pendakian Gunung Slamet se-Kabupaten Pemalang, seperti Explore Mountain Unity ( EMU ) sebuah organisasi pecinta alam yang ada di Kecamatan Pulosari ini menilai bahwa jalur pendakian jurangmangu adalah jalur ternyaman dan teraman saat ini, karena terakhir di penghujung tahun 2017 jalur tersebut telah memasang rambu atau petunjuk arah yang sangat bisa membantu para pendaki menulusuri gunung slamet dengan lebih aman dari kejadian yang sering menimpa para pendaki gunung yaitu tersesat, selain itu jalur tersebut juga cukup landai bagi para pendaki pemula dengan waktu tempuh yang berkisar antara 4-6 jam dari basecamp menuju puncak slamet, aneh bin ajaib.

    nah dengan begitu banyaknya keindahan dan daya tarik dari jalur pendakian tersebut, beberapa pemuda sadar wisata yang berada di Kabupaten Pemalang menangkap sesuatu yang mungkin bisa menjadi hal yang luar biasa dan menjadi destinasi wisata yang dapat mencakup ketertarikan wisatawan lokal nasional bahkan mancanegara yaitu menuruni Gunung Slamet dengan sepeda.

    Sudah beberapa bulan terakhir ini Desa Jurangmangu ramai dengan gerakan masyarakat yang membuka jalur sepeda tersebut dari puncak sampai dengan base camp, dengan semangat warga yang menggebu-gebu hanya dalam hitungan minggu jalur tersebut pun siap di lalui, dan pada awal bulan di tahun 2018 ini tepatnya pada tanggal 20-22 Januari 2018 Pemerintah Desa Jurangmangu mengadakan sebuah event perdana di jalur sepeda tersebut dengan nama event North Slamet Gravity Adventure-Jurangmangu Artventure.


    pada event tersebut ada 12 rider dari beberapa daerah di Indonesia yang akan menuruni Gunung Slamet dengan sepeda, dibantu dengan porter dari Jurangmangu Artventure yang juga baru pertama kalinya mengikuti sebuah petualangan bersepeda di jalur Gunung Slamet tersebut, terselenggaranya event ini juga bermaksud untuk melatih kesiapan porter Jurangmangu Artventure dalam menemani wisatawan berpetualang dengan menggunakan sepeda di Gunung Slamet yang nantinya akan dibuka untuk umum di kemudian hari, umum dalam hal ini mempunyai beberapa persyaratan khusus yaaa. North Slamet Gravity Adventure Jurangmangu ini atau biasa disingkat oleh beberapa komunitas di Kabupaten Pemalang yang juga mendukung acara tersebut  dengan sebutan NSGA Jurangmangu adalah event tertutup untuk umum, dikarenakan ini adalah event pertama yang diadakan di gunung slamet bahkan pertama kalinya di provinsi Jawa Tengah, kegiatan tersebut memang tidak memungkinkan untuk disaksikan secara langsung dikarenakan medan yang berat dan permasalahan teknis yang kompleks, namun tidak usah khawatir, kegiatan NSGA Jurangmangu dapat di saksikan melalui video streaming di beberapa media yang pada tanggal 12 januari nanti akan di rilis alamat aksesnya di akun official Desa Jurangmangu baik di facebook, twitter, website dan instagram.


    NSGA Jurangmangu juga tidak hanya menawarkan keseruan melihat 10 rider menuruni gunung slamet dengan sepeda mereka, namun di event tersebut juga dilaksanakan beberapa kegiatan di Desa Jurangmangu selama 2 hari, mulai dari pertunjukan seni ” ketongprek ” dan saresehan budaya ” Jurangmangu dalam kearifan lokal ” pada tanggal 20 januari 2018 di balai Desa Jurangmangu, workshop mengeksplorasi kreatifitas, photo and video hunting dan nonton bareng film petualangan kreatif pada tanggal 21 januari 2018 dan pertunjukan seni kolaborasi pada tanggal 22 januari 2018, lebih detailnya kalian bisa akses rundown event NSGA Jurangmangu disini.

    selain untuk mengenalkan wisata terbaru di Desa Jurangmangu, Event NSGA Jurangmangu ini juga menjadi rangkaian dari hari jadi Pemalang yang ke 443 tahun atau sekaligus menjadi kado dari Desa Jurangmangu untuk Kabupaten Pemalang.

    No comments:

    Post a Comment

    Featured post

    Ingin Mampir ke Kawasan Suku Baduy? Jangan Lupakan 7 Aturan Adat Ini Bro !

    Suku Baduy dikenal masih setia menjalankan tradisi adat yang diwariskan leluhur mereka. Bila hendak menyambangi kawasan Baduy, lo perlu men...