• 22.8.17

    Pecak Belut bu Niti salah satu kuliner di Kota Pemalang

    Pecak belut pemalang


    Pemalang , – Selama ini, Pemalang di Jawa Tengah dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan kuliner khas bernama grombyang.

    Mereka yang singgah di kabupaten ini saat melintas di jalur pantura Jawa Tengah biasanya mencari makanan berkuah yang mirip rawon tersebut.

    Namun, menu khas lain bisa menjadi pilihan lain bagi pengunjung di Pemalang, yakni pecak welut (belut dalam bahasa Jawa).Di Desa Tegal Mlati, Kecamatan Petarukan, ada sejumlah warung yang menyajikan pecak welut.

    Satu yang paling dikenal adalah kreasi Warung Bu Niti.Di warung ini, Anda bisa mencicipi olahan hewan yang bernafas dalam lumpur tersebut.Dua olahan khas belut andalan kedai tersebut adalah pecak welut santan dan pecak welut sambal kering.
    suana penuh kalau pas jam makan siang 

     “Saya sering kali ke sini. Saya lebih suka yang bersantan karena lebih gurih dibanding yang kering,” kata Dikin kepada Penulis, Rabu (21/8/2017).

    Resep pecak welut santan Bu Niti sederhana saja.Belut yang sudah digoreng, diulek pelan-pelan di atas sambal terasi sebelum diguyur santan.Pecak welut yang sudah diolah di atas cobek kemudian disajikan bersama sayur daun pepaya, tauge, dan mentimun.

    Meski penyajiannya sederhana, pecak welut Bu Niti siap membuat Anda gobyos, basah oleh keringat.Rasa pedas yang pas serta gurihnya belut goreng juga membuat banyak pengunjung ketagihan.Tidak heran jika Warung Bu Niti dikenal hingga ke berbagai daerah.

    “Kalau jam makan siang, biasanya ada rombongan dari Tegal atau pekalongan yang sengaja datang ke sini. Banyak pula warga luar kota  yang kebetulan melintas balik lagi makan di sini,” ujar perempuan bernama lengkap Casniti itu.Dia memulai usaha pecak welut sejak 1993, berarti nyaris seperempat abad.


    Belut-belut yang disajikan berasal dari Brebes, diantarkan sepekan sekali. Menurut Casniti, belut-belut tersebut harus belut liar, bukan hasil peternakan. Pasalnya, rasanya akan lebih gurih.”Kalau belut ternak, bentuknya kecil rasanya tidak enak. Kalau dalam pembelian saya mendapati belut kecil, tidak akan saya masak. Saya jadikan keripik saja,” jelasnya.

    Seporsi pecak belut lengkap dengan sepiring nasi dan teh hangat bisa dinikmati seharga Rp 35.000.

    Warung Bu Niti buka setiap hari mulai pukul 11.00-20.00 WIB.

    Pengunjung bisa mengakses lokasi melalui jalur Pantura Pemalang, tepatnya di jalan masuk seberang pom bensin Petarukan ( Kik ) 




    No comments:

    Post a Comment

    Featured post

    Begini Asyiknya Halal Bihalal Ala Scooterist Pemalang

    scooterist yang hadir bersama dgn menu Nasi Jagung  Kegiatan halal bihalal para scooterist, sebutan pecinta motor vespa, di Pemalang , M...

    Beauty

    Blog Archive