Mudik Pake Motor yang Safety


Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakan kemenangannya di hari yang fitri. Ritual lebaran ini, biasanya diikuti dengan tradisi pulang ke kampung halaman atau dikenal dengan mudik. Mudik bisa dilakukan dengan bermotor roda empat dan kendaraan bermotor roda dua alias motor. Nah, motor inilah yang menjadi trend beberapa tahun belakangan ini sejak harga BBM menjadi mahal dan moda transportasi umum tidak dibenahi. Pada hari-hari menjelang lebaran, jutaan motor dari wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya berbondong-bondong memenuhi jalan di jalur pantai utara dan jalur selatan Pulau Jawa. Namun bukan berarti naik motor dalam jarak cukup jauh ini tanpa resiko. Berikut tips sederhana agar Anda bisa mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai di tujuan.

Periksalah fungsi masing-masing perlengkapan standar motor Anda seperti lampu depan-belakang, lampu rem, sein kiri-kanan, jarak main tuas rem dan kopling, serta pasang kembali kaca spion motor Anda. Jangan lupa lengkapi motor Anda dengan repair tools kit yang berguna saat darurat, seperti tang, kunci pas/ring ukuran 10-12, penambal ban, lampu senter kecil, obeng min (-) dan plus (+), kunci busi, busi cadangan, bohlam cadangan, kawat kecil, kabel ties, kabel secukupnya, dll.Pilihlah waktu berangkat mudik di pagi hari, atau setelah shalat Subuh, agar tubuh masih segar dan udara belum panas. Berangkat di pagi hari juga memberikan udara yang masih segar dan waktu yang cukup luang untuk beristirahat selama di perjalanan. Sebelumnya, tidurlah dengan waktu yang cukup agar tidak cepat mengantuk.

Rencanakan waktu mudik bermotorAnda dengan teman-teman yang satu arah tujuan. Berjalan berombongan akan membuat Anda tidak bosan di perjalanan, dan bisa saling membantu bila ada kesulitan terjadi di tengah perjalanan. Berjalan berombongan juga lebih aman saat melewati jalan utama/alternatif yang cenderung sepi dan jauh dari pemukiman.

Persiapkan perlengkapan berkendara yang safety, seperti helm full face, sepatu boot, glove/sarung tangan, rompi penahan angin, backrest, dan jaket yang berbahan tidak panas. Berbusanalah dengan pakaian yang simpel seperti kaos dan celana jeans, atau bahan lain yang gampang menyerap keringat. Untuk menghibur di perjalanan dan menjaga agar tidak mengantuk, silakan membawa walkman/iPod/FM Radio untuk mendengarkan musik dan info perjalanan.

Atur barang bawaan seefisien mungkin sehingga tidak mengganggu Anda saat bermanuver. Bila Anda tidak berboncengan, jok belakang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan barang bawaan. Pilih tas ransel yang tidak terlalu besar dan isi dengan pakaian dan perlengkapan pribadi secukupnya untuk di kampung halaman. Jangan letakkan barang bawaan di atas tangki atau bagian depan motor, karena bisa mengganggu penglihatan. Posisikan prioritas barang bawaan di tas, seperti minuman/makanan, obat2an, kaos pengganti berada di atas barang lainnya agar mudah diambil.

Pasang aksesori motor yang mendukung Anda touring jarak jauh, namun tidak menyulitkan handling, manuver, dan keselamatan. Seperti boks tambahan di buritan motor atau boks samping di kiri-kanan motor. Periksa kembali semua bracketnya jangan sampai ada yang kendor, karena peranti ini bakal memuat banyak barang bawaan.
Bila terpaksa harus membonceng, sarankan pada pembonceng Anda untuk berpakaian yang simpel seperti kaos tebal dipadu celana jeans dan memakai perlengkapan safety juga seperti jaket, helm full face, sepatu kets/boot. Duduklah secara proporsional dengan pembonceng Anda dan selalu ikuti irama tubuh si pengendara agar motor tetap stabil, keseimbangan terjaga, dan mendapat traksi maksimal yang tidak mengganggu konsentrasi berkendara.

Rencanakan perjalanan Anda secara matang bersama teman-teman dalam menentukan rute mana yang akan dilalui agar lancar, lokasi meeting point bila terpisah, atau lokasi-lokasi tempat beristirahat, sehingga Anda tidak perlu nyasar yang tidak jelas. Tentukan pimpinan rombongan (road captain), penyapu rombongan (sweeper), dan tim teknis dari teman-teman yang paham soal teknik motor. Jangan lupa bawa alat komunikasi seperti HT atau Ponsel dengan jaringan operator yang memberi layanan nasional.

Ingat, berhentilah setiap 2 jam berjalan. Waktu yang efektif untuk beristirahat setelah 2 jam berjalan naik motor adalah sekitar 15-30 menit. Manfaatkan waktu shalat dan mengisi bensin sambil meregangkan otot tubuh Anda. Berhentilah sebelum terasa lelah dan mengantuk. Bila terpaksa tidak berpuasa, makanlah pada waktunya dan berhenti sebelum kenyang. Ingat perut terlalu kenyang membuat kantuk cepat datang.

Tetaplah waspada, jangan terpancing emosi oleh pengendara lain yang ugal-ugalan, dan selalu berpikir bahwa keselamatan ada di tangan Anda sendiri.

Patuhilah aturan lalu-lintas demi keselamatan dan keamanan kita bersama.
Demikian tips ringan dari kami, semoga Anda semua selamat sampai di tujuan kampung halaman dan dapat kembali ke Jakarta dengan hati yang riang, dan tidak kurang sesuatu apapun.

Selamat mudik, mohon maaf lahir dan batin, serta tetap waspada!


Post a Comment

Previous Post Next Post

Featured post